*CIANJUR, tri TANGTU buana .id* – Gelombang aksi unjuk rasa di Jakarta beberapa hari terakhir ikut jadi perbincangan warga Cianjur. Meski tidak turun ke jalan, masyarakat di Bumi Tatar Santri ini punya pandangan tersendiri.
Sejumlah warga yang ditemui di Pasar Cianjur dan Alun-alun menilai, menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara. Namun harus tetap dalam koridor hukum dan tidak merugikan masyarakat umum.
“Demo itu boleh, itu hak kita. Tapi jangan sampai rusuh dan bikin orang lain susah. Pesan harus sampai, tapi caranya juga harus santun,” ujar Ujang, 42, pedagang di Pasar Muka.
*Kaitkan dengan Cianjur*
Momentum ini juga mengingatkan pada kearifan lokal Cianjur tentang “Kuda Kosong”. Filosofi itu mengajarkan tentang kepemimpinan dan penyampaian pesan yang kuat tapi tidak mencari keributan.
“Seperti ‘Kuda Kosong’. Kerjanya nyata, suaranya didengar, tapi tidak gaduh. Mudah-mudahan aspirasi dari Jakarta sampai juga ke daerah, termasuk Cianjur,” kata Nendi Rafael, Pemimpin Redaksi tri TANGTU buana .id.
Pihaknya berharap Pemkab Cianjur bisa mengambil hikmah dari demo nasional ini. Yakni dengan lebih proaktif membuka ruang dialog dan menyerap aspirasi warga sampai ke tingkat desa.
“Kami berharap di Cianjur tidak perlu ada demo besar-besaran. Cukup dengan komunikasi yang baik antara pemerintah dan rakyat. Anggaran dipakai efisien, pelayanan dipercepat. Itu juga bentuk mendengar aspirasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rencana aksi serupa di Cianjur. Situasi di wilayah hukum Polres Cianjur terpantau kondusif.
N.R














